Maandag 09 September 2013

Aktiva Tetap

Aktiva Tetap
A.     Pengertian
Aktiva tetap adalah aktiva atau kekayaan yang dimilik oleh perusahaan, yang sifatnya permanen dan digunakan dalam kegiatan normal perusahaan untuk jangka panjang serta mempunyai nilai yang cukup material.

Karakteristik aktva tetap:
-          Digunakan dalam kegaiatn normal perusahaan, artinya aktiva tersebut dimiliki untuk digunakan tidak untuk dijual kembali atau sebagai investasi.
-          Masa manfaatnya lebih dari satu tahun atau satu siklus akuntansi atau satu siklus normal perusahaan.
-          Mrmpunyai nilaimyang cukup material, artinya  nilai/harga aktiva tersebut cukup tinggi. Misalnya: tanah, bangunan, mesin-mesin dan kendaraan. Sedangkan untuk aktiva yang nilainya kecil walaupun dapat digunakan dalam jangka panjang tidak digolongkan sebagai aktiva tetap. Misalnya: pulpen, kalkulator dan gunting.
Berdasarkan sifatnya aktiva tetap dibagi menjadi:
1.      Aktiva tetap berwujud (Tangible Fixed Assets)
2.      Aktiva tetap tidak berwujud (Intangible Fixed Assets)
Aktiva tetap berwujud seringkali disebut aktiva tetap saja, yaitu aktiva tetap yang mempunyai bentuk fisik. Sedangkan aktiva tetap tidak berwujud yaitu suatu hak tertentu untuk jangka panjang yang tidak mempunyai bentuk fisik.
B.      Harga Perolehan dan Cara Memperoleh Aktiva Tetap Berwujud
Harga perolehan aktiva tetap meliputi semua biaya yang dikeluarkan atau terjadi untuk mendapatkan aktiva tersebut sehingga siap untuk dipakai dalam kegiatan normal perusahaan.
Yang termasuk harga perolehan antara lain:
-          Harga beli aktiva bersangkutan
-          Biaya angkut pembelian aktiva
-          Biaya pemasangan aktiva
-          Biaya asuransi saat pengangkutan aktiva
-          Biaya percobaan aktiva
-          Biaya komisi
-          Biaya balik nama, dll.

C.      Pencatatan pengeluaran Terhadap Aktiva Tetap Selama Pemakaian
Pengeluaran biaya yang berhubungan dengan pemilikan atau penggunaan aktiva tetap dapat dicatat dengan dua cara yaitu:
1.      Pengeluaran Modal (Capital Expenditures)
Dalam cara ini semua biaya yang dikeluarkan harus dikapitalisasikan pada aktiva tetap (dicatat sebagai penambahan aktiva tetap yang bersangkutan).
Hal ini dilakukan jika pengelauaran biaya tersebut relatif besar dan memenuhi satu atau lebih kriteria berikut ini:
a.      Memperpanjang masa manfaat atau umur ekonomis aktiva yang bersangkutan.
b.      Menambah nilai aktiva tetapi tidak memperpanjang umur ekonomis.
c.        Meningkatkan kapasitas produksi.
d.      Meningkatkan mutu jasa yang diberikan oleh aktiva tetap yang bersangkutan.

2.      Pengeluaran pendapatan (revenues Expenditures)
Dalam cara ini pengeluaran biaya di[erlakukan sebagai beban pada periode terjadinya. Hal ini dilakukan jika biaya yang dikeluarkan hanya memberikan manfaat dalam satu periode yang berjalan atau dalam jumlah yang relatif kecil.




Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking