Maandag 09 September 2013

Investasi jangka Panjang




Investasi jangka Panjang
A.    Pengertian
Jika penanaman modal itu tidak hanya sekedar memanfaatkan uang yang menganggur (idle money), tetapi mempunyai tujuan yang lebih penting untuk masa depan perusahaan maka penanaman modal yang demikian dicatat sebagai investasi jangka panjang (long term liability).


Tujuan investasi jangka panjang adalah:
-          Untuk menjaga/membina hubungan antara perusahaan.
-          Untuk mengawasi/mengontrol perusahaan lain.
-          Untuk mendapatkan tambahan pendapatan yang tetap setiap periode.
-          Untuk membentuk dana khusus, misalnya untuk pelunasan obligasi, perluasan perusahaan dan lain-lain.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penanaman/investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan untuk ajngka bebrapa tahun dengan beberapa tujuan.
Jenis-jenis investasi jangka panjang:
Sesuai dengan tujuannya investasi jangka panjang dapat dibedakan menjadi bebrapa jenis yaitu:
-          Investasi dalam saham
-          Investasi dalam obligasi
-          Investasi dalam tanah
-          Investasi dalam dana perluasan perusahaan dan lain-lain

A.    Investasi Dalam Saham
Investasi jangka panjang dalam perusahaan lain sering disebut penyertaan. Pada umumnya investasi dalam saham mempunyai tujuan ganda, yaitu disamping untuk emmperoleh tambahan pendapatan juga untuk melakukan kontrol atau menjalin hubungan kerjasama terhadap perusahaan dimana investasi dilakukan.
Ditinjau dari jumlah saham yang dimiliki dan metode pencatatannya serta hubungan antara perusahaan penanam/investor (perusahaan induk) dengan perusahaan yang sahamnya dibeli/investee (perusahaan anak), dapat dibedakan menjadi 3 macam sebagai berikut:
No
Persediaan Pemilikan
Hubungan Dengan Investe/Perusahaan Anak
Metode Pencatatan


1
Kurang dari 20%
Tidak dapat
melakukan kontrol
Cost Method
 (harga perolehan)


2
20% - 50%
Dapat melakukan
sebagian kontrol
Equity method
 (metode pemilikan)


3
lebih dari 50%
Dapat melakukan
kontrol secara penuh
Equity method dan dibuatkan laporan keuangan konsolidasi (gabungan) antara perusahaan induk dan perusahaan anak




1.      Metode harga perolehan/harga pokok (Cost method)
Jika investasi dalam saham perusahaan lain jumlahnya kurang dari 20% dari seluruh saham yang dikeluarkan oleh perusahaan yang sahamnya dibeli tersebut berarti investor tidak dapat melakukan kontrol terhadap investee (perusahaan yang sahamnya dibeli) maka sistem pencatatannya menggunakan metode harga perolehan (cost method) seperti halnya dalam investasi jangka pendek. Bedanya adalkah perubahan harga pasar tidak diakui sebelum saham yang bersangkutan dijual (pada akhir periode akuntansi tidak perlu diadakan penilaian atas investasi jangka panjang).

2.      Metode kekayaan/pemilikan (equity method)
Jika investasi dalam perusahaa lain jumlahnya lebih dari 50% atau lebih, berarti investor dapat melakukan kontrol secara penuh terhadap investee. Dalam hal ini sistem pencatatannya menggunakan metode equity.  Karena saham yang dibeli sudah lebih dari 50% maka kedua perusahaan/investor dan investee (induk dan anak), dianggap sebagai satu kesatuan.
Untuk itu laporan keuangan dari kedua perusahaan tersebut harus digabung (dikonsolidasikan).


B.     Investasi Dalam Obligasi
Investasi dalam obligasi pada umumnya dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan yang tetap dalam jangka panjang.
Pencatatan investasi jangka panjang dalam obligasi hampir sama dengan memperhitungkan dan mencatat pula adanya bunga berjalan baik dalam jual beli maupun pada akhir periode.
Sedang beanya, dalam investasi jangka panjang pada akhir periode harus memperhitungkan amortisasi atas agi/disagi (selisih lebih atau selisih kurang antara harga perolehan dengan nominalnya).
Apabila harga perolehan diatas harga nominal, silisihnya disebut Agio (premium) dan apabila harga perolehan dibawah harga nominal selisihnya disebut disagio (discount).

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking